Total Tayangan Laman

Kamis, 31 Mei 2012

Sodara yang Jauh dimata

Apakah ilmu akan membuat seseorang pisah dengan sodaranya....
kami bertiga kebetulan diberi oleh Allah SWT orang tua yang care dan peduli akan ilmu.....sehingga kami bertiga sekarang pisah karena profesi dan tempat kerja yang berbeda...jujur saya rindu suasana dulu saat sekolah di Kudus dan tinggal di Panjunan Wetan....suasana desa yang teduh dan dekat dengan segala pusat keramaian...boleh dikata jantung kota kudus.
Saat ini profesi kami bertiga sama yaitu Pendidik. tapi saya karena lulusan S2 Akuntansi Undip, sekarang menjadi Dosen yang mengajar di Jurusan Akuntansi FE Universitas Semarang. Adikku Atiq karena lulusan S2 Pendidikan Olahraga Unnes, sekarang menjadi Dosen yang mengajar di Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas Tanjungpura Pontianak Kalbar, dan adekku yang kecil Ulil, setelah lulus S1 Pendidikan Geografi Unnes, sekarang menjadi Guru di SD IT Al-Irsyad 2 Purwokerto. Praktis tidak ada yang meneruskan perjuangan almarhumah Bu Masri'ah (Ibu kami) di Kudus. entah kenapa, kami mungkin tidak suratan garis untuk mencari nafkah di Kudus. Padahal kami sangat mencintai Kudus. Mungkin, jika kami bertiga tetap stay di Kudus, pengalaman kami hanya 'sebatas' luas Kudus yang kecil,sehingga dengan kami keluar dari Kudus, kami mendapatkan banyak pengalaman dan tahu daerah lain...Semoga...
Buat kedua adekku...aku kangen kalian...dan semoga Lebaran tahun ini,kita bisa berjumpa di Kudus,kota kelahiran tercinta.

Panjunan Wetan...Kenanganku

Panjunan Wetan, sebuah kelurahan kecil terletak di wilayah Kecamatan Kota Kudus. Sebelah Barat disebut Panjunan Kulon, sedang di sebelah timur disebut Desa Panjunan Wetan. Saya sejak kecil hidup dan besar di desa tersebut. Banyak kenangan, diantaranya...waktu aku kecil dan masih sekolah di TK Islamiyah Panjunan Wetan tahun 1983...waktu itu belum ada aliran listrik dan jalan masih batu belum aspal...dulu sekolah di TK masih sangat nakal..sering bolos sekolah dan bandel sama bu Guru. masa SD sengaja Ortu memilihkan aku sekolah di SD Al-Islam 1 yang terletak di Desa Glantengan( Belakang Pendopo Kabupaten Kudus). Karena sekitar 2,5 KM, maka aku naik sepeda sekolah disana. di SD temanku banyak sekali, terutama anak-anak orang kaya dan pegawai Pemda. Alhamdulillah,walau ayahku hanya buruh pabrik Pura Kertas, dan Ibuku seorang guru SD,aku tidak canggung bergaul dengan mereka, malah prestasi sekolahku lumayan. Sekolah SD aku selesaikan selama 6 tahun. Saat kelulusan,aku tertarik sekolah di SMPN 1 Kudus. Dengan bekal NEM-ku yang cukup baik,aku diterima di sekolah itu. di SMP inilah aku kenal Yudian Umar Fachrus,teman karibku yang sama-sama tinggal di Panjunan Wetan...kami sejak itu berangkat bareng naik sepeda. ketika pilih SMA, kita sepakat tidak masuk ke SMA 1 Kudus, karena ingin temannya tidak sama (maklum banyak teman di SMP 1 yang melanjutkan ke SMA 1 Kudus), pilihan kami jatuh ke SMA 2 Kudus (saat lulus namanya berubah menjadi SMA1 Bae), karena jaraknya cukup jauh sekitar 4-5 KM. Maka, kami setiap pagi harus jalan ke Matahari Plasa Kudus untuk nyegat angkot warna Hijau. dulu angkot sangat murah yaitu pp 400 rupiah.
Di Panjunan Wetanlah...aku banyak belajar agama islam dengan mengikuti pengajian, albarjanji,dan setap habis maghrib diajar oleh Bapakku mengaji Al-Qur'an. Pengalaman yang tak bakal dilupakan...sampai tahun 2001, kami sekeluarga pindah ke Desa Jepang Mejobo Kudus.